Belum lama, sekitar 3 bulan yang lalu KARS telah memperkenalkan SNARS edisi 1.1 melalui pertemuan ilmiah tahunannya yang ke 5 sebagai penyempurnaan dari SNARS edisi 1 (edisi sebelumnya). Pertemuan ini sejatinya untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pasien agar tercapainya standar sesuai internasional. Seperti diketahui pada pasal 40 UU No. 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit menyebutkan bahwa dalam rangka menjaga mutu RS maka RS harus mengikuti akreditasi yang dilaksanakan 3 tahun sekali. Jumlah RS yang telah mengikuti akreditasi dketahui 2110 RS dan 525 diantaranya telah mengikuti akreditasi untuk kedua kalinya. Sejak Januari 2019 sudah mulai diterapkan SNARS edisi 1.

KARS sebagaimana diketahui oleh kita bersama sebagai lembaga independen non profit merupakan lembaga yang telah mendapatkan 3 buah sertifikat akreditasi skala internasional dari ISQua yaitu Sertifikat Organisasi (untuk kedua kalinya), Sertifikat Standar Nasional Akreditasi RS edisi 1, dan sertifikat Surveior Training Programme (KARS mampu melakukan training surveior setingkat internasional). Sehubungan dengan komitmen KARS yang selalu melakukan improvement terus menerus dalam hal penyusunan standar dan survei terfokus yang melibatkan stakeholderĀ maka dari itu diperkenalkanlah kepada publik SNARS edisi 1.1 sebagai penyempurna dari SNARS edisi 1.

Sebagai lembaga akreditasi KARS memiliki visi menebar kebaikan untuk rumah sakit indonesia dan menjadi badan akreditasi indonesia yang melakukan akreditasi nasional dan internasional dan akreditasi di daerah sulit. KARS memiliki misi antara lain membantu RS dalam meningkatkan mutu dan keselamatan pasien, melakukan akreditasi nasional dan iternasional, dan mendukung pemerataan fasyankes.

Adapun latar belakang dari penerbitan SNARS edisi 1.1 ini antara lain karena masukan dari RS yang telah mengikuti akreditasi dan kajian terhadap standar-standar dan elemen-elemen yang sulit dipenuhi RS pada SNARS edisi 1. Oleh karenanya Edisi 1.1 telah mengidentifikasi hal-hal yang sulit diterapkan / diimplementasikan dan banyak hal yang menimbulkan perbedaan persepsi pada SNARS edisi sebelumnya. Salah satu contoh yang penulis berikan adalah data yang digunakan untuk identifikasi pasien pada standar keselamatan pasien menggunakan 2 dari 4 data identitas yang diperkenankan yaitu: Nama sesuai dengan KTP elektronik, tanggal lahir sesuai KTP elektronik, nomor rekam medis, dan NIK sesuai KTP elektronik.

Contoh yang dibawakan penulis adalah bagian dari perbaikan pada SNARS edisi 1. Selebihnya apabila ada yang ingin diketahui secara lebih mendalam pembaca dapat menghubungi kami. Kami selalu berusaha menyuguhkan hal-hal terbaru terkait maslaah kesehatan dan kami berusaha selalau menjadi yang terdepan dalam hal manajemen RS. Salam hangat dari saya (Ary).

 

Call Now
WhatsApp